Search

Survei Nasional: Harapan Transisi Energi untuk Capres 2024

Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi masyarakat terkait krisis iklim yang sejak lama dirasakan. Studi ini mencakup empat pertanyaan penelitian utama untuk menjawab berbagai aspek persepsi masyarakat mengenai isu lingkungan, kaitan dengan Pemilu dan bagaimana media massa berperan dalam menyuarakan isu ini. Terdapat setidaknya empat temuan dari hasil penelitian diantaranya,
1) pandangan dan sikap masyarakat terhadap krisis iklim yang sedang terjadi di Indonesia,
2) pandangan masyarakat tentang peran dan kinerja pemerintah dalam mengatasi krisis iklim di Indonesia,
3) studi ini berusaha mencari tahu terkait komitmen tiga calon presiden terhadap penyelesaian krisis iklim, dan
4) peran media massa dalam menyuarakan isu lingkungan di Indonesia.

Secara umum, 81% masyarakat Indonesia setuju bahwa pemerintah perlu mendeklarasikan kondisi darurat iklim. Jika dilihat dari daerah tempat tinggalnya, masyarakat yang tinggal di lingkungan perkotaan (89%) dan pinggiran kota (88%) cenderung lebih setuju jika pemerintah mendeklarasikan kondisi darurat iklim dibandingkan dengan masyarakat di pedesaan (74%). Studi ini menemukan bahwa Generasi Z dan Millenial dengan rentang usia 15-34 tahun paling banyak berpersepsi bahwa krisis iklim adalah hal yang nyata. Hasil lain, sebanyak 5% responden dari rentang usia 45-54 tahun menjawab bahwa krisis iklim tidak nyata. Lebih lanjut, 60% masyarakat menilai pemerintah belum mampu merumuskan kebijakan yang dapat mencegah krisis iklim di Indonesia.

Studi terkait peran media daring menunjukan bahwa CNN Indonesia dan Seputar Indonesia (Sindo) menjadi media berita yang paling banyak memberitakan isu lingkungan dan krisis iklim (32%). Diikuti dengan media massa lain seperti Sindo (30%), INews (22%), Detik (11%), dan Kompas (5%). Dengan kata lain, jangkauan pemberitaan mengenai krisis iklim dan transisi energi masih perlu ditingkatkan sehingga perbedaan proporsi pemberitaan antara media daring satu dan lainnya tidak terlalu jauh.

Studi ini juga menunjukkan, Anies Baswedan menjadi calon presiden yang paling banyak dinilai masyarakat memiliki kepekaan terhadap isu lingkungan diikuti Ganjar Pranowo (23%) dan Prabowo Subianto (14%). Dalam konteks sosial media kajian ini berusaha mengamati sekaligus memahami jejaring aktor dan sentimen publik mengenai isu transisi energi. Topik perbincangan mengenai isu transisi energi dan lingkungan menghasilkan setidaknya empat komunitas besar pada platform media sosial Twitter. Seluruh topik tersebut mendominasi masing-masing komunitas berdasarkan aktor sentral, seperti @dianparamita,
@ M y t h i c a l f o r e s t , @ P a r t a i S o c m e d , dan @GreenpaceID.

Temuan hasil studi lainnya menangkap sentimen berita dari masing-masing tokoh tersebut diantaranya, Anies memperoleh sentimen positif sebesar 84%, Ganjar 44%, dan Prabowo 89%. Selanjutnya, sentimen negatif yang diperoleh Anies sebesar 8%, Ganjar 44%, dan Prabowo 11%.Pendekatan sentimen bertujuan untuk melihat respon mengenai persepsi pemberitaan yang dilakukan media kepada ketiga calon presiden tersebut terhadap isu-isu lingkungan.

Menanggapi temuan tersebut, studi ini mengusulkan beberapa rekomendasi kepada pemangku kepentingan seperti Partai Politik, Kandidat Calon Presiden, Tim Pemenangan, dan KPU :
1.) Para kontestan di pemilu 2024, baik calon Presiden, maupun calon legislatif agar memiliki komitmen dan program
2.) Menempatkan isu lingkungan sebagai isu prioritas dalam agenda pemilu termasuk
debat konstestan Pilpres dan pemilu legislatif.
3.) Memiliki komitmen untuk mendukung alternatif skema pembiayaan proyek yang berkelanjutan secara kreatif tanpa meninggalkan aspek kehati-hatian, seperti penerbitan green bond, debt for climate, debt restructuring, dan kolaborasi dengan lembaga filantropis.
4.) Merevisi berbagai regulasi yang berdampak negatif bagi perlindungan lingkungan hidup maupun spesifik transisi energi seperti UU Cipta Kerja, Perpres 112/2022 yang masih memberikan ruang pembangunan PLTU batubara di kawasan industri.
5.) Mendorong pemilih rasional dengan menempatkan isu lingkungan sebagai kriteria selektif pada pemilu 2024. yang riil terkait transisi energi, pencegahan deforestasi dan kebakaran hutan.

Download link laporan:
CELIOS: Survei Nasional Harapan Transisi Energi Capres 2024

Share:

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

On Key

Related Posts

China-Indonesia Monthly Brief: January 2024

China-Indonesia Monthly Brief: January 2024 China’s Economic Slowdown and Impact on Indonesia:Predictions indicate a slowdown in China’s economic growth, raising concerns about its impact on

Rekomendasi Taksonomi Berkelanjutan Indonesia

Transisi energi membutuhkan dukungan pendanaan yang besar dalam jangka waktu yang cukup panjang. Dalam rangka meningkatkan insentif untuk menghimpun dukungan pendanaan tersebut, regulasi industri keuangan