Research

All Desk

  • Desks

  • Categories

Koalisi #BersihkanBankmu merilis laporan terbaru berjudul “Funding the Climate Crisis: How Banks in Indonesia Support Coal Financing” yang menyoroti (masih) kuatnya dukungan finansial terhadap perusahaan batu bara. Laporan...

Pemerintah Indonesia secara resmi telah meluncurkan Koperasi Desa Merah Putih dengan janji sebagai pendorong pembangunan ekonomi pedesaan. Namun sejak tahap perancangan hingga peluncurannya, Kopdes MP menuai perdebatan: benarkah...

Pada 16 Juli 2025, CELIOS secara resmi diundang oleh Mahkamah Konstitusi untuk memberikan keterangan ahli dalam sidang uji materiil Undang-Undang No. 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas...

Jakarta, 9 Juli 2025—Center of Economic and Law Studies (CELIOS) secara resmi diundang untuk memberikan keterangan ahli dalam sidang uji materi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Pajak...

Upaya Indonesia untuk bergabung dengan OECD menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan tata kelola lingkungan dan energi dengan standar internasional. Laporan kolaboratif CELIOS dan ICEL ini menyoroti sejumlah celah...

Jawa, pulau terpadat di Indonesia, telah lama menanggung dampak dari aktivitas ekstraktif yang tak terkendali. Pertambangan, khususnya untuk produksi semen, telah mendorong pulau ini melampaui daya dukung ekologisnya—merusak...

CELIOS merilis laporan terbaru yang menyoroti strategi efisiensi anggaran sebesar Rp306,7 triliun.

CELIOS baru saja merilis laporan terbaru terkait kebijakan wajib asuransi kendaraan bermotor

Pemerintahan Prabowo-Gibran mengalokasikan anggaran sebesar Rp71 triliun untuk menjalankan Program Makan Bergizi

Transformasi digital yang pesat telah mengubah lanskap ekonomi Indonesia, menciptakan model bisnis

Di tengah tuntutan global untuk menurunkan emisi, Indonesia justru berpotensi meningkatkan emisi

Komitmen Presiden Prabowo di KTT G20 Brasil untuk menghentikan ketergantungan pada pembangkit

Kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% mulai 1 Januari 2025

Laporan CELIOS berjudul “Menghitung Dampak Ekonomi Restoratif: Jalan Keluar Kebuntuan Ekonomi” menyoroti