Buku ini lahir dari kegelisahan atas arah penyelenggaraan negara yang kian menjauh dari semangat konstitusionalisme, demokrasi dan keadilan ekologis. Dalam beberapa tahun terakhir, kekuasaan negara menunjukkan kecenderungan bergerak dalam mode komando: sentralistik, penyempitan ruang sipil, dominasi alat negara dalam sektor publik-privat, cepat, minim partisipasi, dan menggantungkan diri pada instrumen hukum sebagai legitimasi.
Fenomena ini tidak selalu hadir dalam bentuk pelanggaran hukum yang kasat mata. Justru sebaliknya, melalui peraturan, keputusa/kebijakan yang tampak sah. Kumpulan tulisan dalam buku ini, mencoba memetakan dan mengkritisi dinamika tersebut dari beberapa sudut: konstitusi, politik hukum, tata kelola pemerintah, ekonomi politik, hingga krisis lingkungan dan iklim.
Buku ini tidak dimaksudkan sebagai vonis akhir, melainkan sebagai undangan untuk berpikir kritis dan berdialog dengan segenap pembaca yang percaya bahwa hukum seharusnya menjadi alat pembebasan
Profil Penulis
Muhamad Saleh adalah peneliti hukum di Center of Economic and Law Studies (CELIOS). Ia memiliki latar belakang Hukum Tata Negara dan menaruh perhatian pada isu pembentukan peraturan perundang-undangan, reformasi regulasi, tata kelola perizinan, serta transisi energi.
Dalam kerjanya, ia banyak terlibat dalam penelitian kebijakan dan advokasi publik yang berkaitan dengan dampak regulasi terhadap hak warga negara dan lingkungan hidup. Ia juga terlibat dalam sejumlah upaya litigasi strategis, baik melalui peradilan tata usaha negara maupun pengujian peraturan di Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi, khususnya terhadap regulasi yang dinilai bermasalah secara prosedural maupun substantif. Selain meneliti dan menulis, ia mengajar di Universitas Siber Muhammadiyah, sebuah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan hukum jarak jauh bagi mahasiswa dan profesional. Ia aktif menulis di berbagai media untuk membahas relasi antara hukum, kekuasaan, dan krisis ekologis.