Indonesian Banks Disburse USD7.2 Billion for Coal Industry

Koalisi #BersihkanBankmu merilis laporan terbaru berjudul “Funding the Climate Crisis: How Banks in Indonesia Support Coal Financing” yang menyoroti (masih) kuatnya dukungan finansial terhadap perusahaan batu bara. Laporan ini mengungkapkan bahwa lima bank nasional terbesar menyumbang USD5,6 miliar dari total USD7,2 miliar pendanaan.

Bank Mandiri tercatat sebagai pemberi dana terbesar dengan USD3,2 miliar, disusul Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar USD809,5 juta, Bank Negara Indonesia (BNI) USD719,6 juta, Bank Central Asia (BCA) USD451 juta, dan Bank Permata USD424 juta.

Tren pembiayaan yang masih terus menyokong industri batu bara ini sangat kontras dengan upaya global untuk menekan emisi karbon dan mengurangi dampak krisis iklim. Laporan koalisi menekankan bahwa lemahnya kebijakan pemerintah serta absennya strategi transisi energi yang konsisten turut mendorong keberlanjutan pendanaan di sektor batu bara, khususnya melalui proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan operasi pertambangan batu bara.

The coalition of #BersihkanBankmu published new report, titled “Funding the Climate Crisis: How Banks in Indonesia Support Coal Financing”, underscores the continued financial support for coal companies, while revealing that five major national banks accounted for USD5.6 billion of the total USD7.2 billion.

Bank Mandiri was the largest contributor with USD3.2 billion, followed by Bank Rakyat Indonesia (BRI) with USD809.5 million, Bank Negara Indonesia (BNI) USD719.6 million, Bank Central Asia (BCA) USD451 million, and Bank Permata USD424 million.

This continued financing trend stands in stark contrast to global efforts to curb carbon emissions and mitigate the impacts of climate change. The coalition’s report highlights how weak government policies and lack of consistent energy transition strategy contribute to the ongoing financing of the coal sector, particularly through coal-fired power plants and coal mining operations.

Recent Publications

The China–Indonesia Survey 2025, conducted by CELIOS, provides a comprehensive overview of

Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira Adhinegara, memberikan keterangan ahli dalam perkara Nomor

Ketika Makan (Tak) Bergizi (Tak) Gratis Program Makan Bergizi Gratis MBG digadang

Videos

If you have missed out on our events, check out our YouTube to watch the full recording.