CELIOS merilis studi terbaru mengenai penguatan ekonomi restoratif di desa sebagai alternatif dari ilusi swasembada. Studi ini menemukan bahwa terdapat 23.472 desa di Indonesia dengan potensi restoratif yang tinggi, namun 95,40% di antaranya masih menunjukkan inisiatif rendah dalam mendorong agenda tersebut. Rendahnya kesadaran dan keterlibatan pemerintah maupun masyarakat desa telah memperburuk persoalan lingkungan dan ekonomi akibat eksploitasi sumber daya alam yang tak terkendali.
Studi ini juga mengidentifikasi 14 provinsi yang berpotensi menjadi pelopor ekonomi restoratif dengan menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan perlindungan ekologi. Komoditas seperti karet, tanaman pangan sekunder, dan perikanan tangkap—jika dikelola secara berkelanjutan—dapat menjadi penggerak utama ekonomi yang lebih adil bagi manusia sekaligus ramah lingkungan.
Namun, celah serius masih terlihat: 56,65% desa belum memiliki akses ke sumber mata air, lebih dari 14% berbatasan langsung dengan laut, dan 24,11% berada di dalam atau sekitar kawasan hutan. Tanpa langkah nyata, degradasi ekosistem akan semakin parah, mengancam akses air bersih, ketahanan pangan, serta mata pencaharian jutaan orang yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya alam tersebut.
CELIOS has released a study on strengthening restorative economies in villages as an alternative to the illusion of self-sufficiency. The research reveals that 23,472 villages across Indonesia hold high restorative potential, yet 95.40% show low initiative in advancing such agendas. This lack of awareness, coupled with weak government and community engagement, has worsened environmental and economic challenges caused by unchecked resource exploitation.
The study identifies 14 provinces that could pioneer restorative economic practices by balancing growth with ecological protection. Commodities such as rubber, secondary crops, and capture fisheries—if managed sustainably—could serve as key drivers for a restorative economy that benefits both people and the environment.
Alarming gaps remain, with 56.65% of villages lacking access to natural springs, over 14% bordering the sea, and 24.11% located within or near forests. Without urgent intervention, ecosystem degradation will deepen, threatening clean water access, food security, and the livelihoods of millions who rely on these natural resources.