The Economic Impact of Early Retirement of Coal-Fired Power Plants

Studi Yayasan Indonesia CERAH dan CELIOS menemukan bahwa pensiun dini PLTU batu bara yang digantikan pembangkit energi terbarukan lebih menguntungkan secara ekonomi. Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif CELIOS, menyatakan, “Skenario penutupan PLTU batu bara dibarengi dengan pembangunan pembangkit energi terbarukan mampu menyumbang ekonomi Rp82,6 triliun, menyerap 639 ribu tenaga kerja hingga menurunkan kemiskinan 153.755 orang secara nasional.”

Agung Budiono dari CERAH menambahkan, “Antara pensiun dini PLTU dan pembangunan energi terbarukan harus dilakukan secara paralel, agar dampak ekonomi dan sosialnya bisa dimitigasi. Pelibatan pemerintah daerah dalam penyusunan peta kebijakan ini juga sangat signifikan karena dampak ekonomi dari kebijakan ini nyata di level itu.”

Peneliti CELIOS, Muhamad Saleh, menekankan kompleksitas transisi energi, “KERangka transisi energi yang berkeadilan di Indonesia merupakan persoalan yang rumit karena Pemerintah Pusat, PLN dan Sekretariat JETP sampai hari ini belum memiliki kerangka kerja yang seragam dan komprehensif sebagai acuan.” Sementara itu, Kementerian ESDM tengah menyusun roadmap pensiun dini PLTU dan riset CERAH-CELIOS menjadi masukan penting dalam perumusannya.

A study by Yayasan Indonesia CERAH and CELIOS found that the early retirement of coal-fired power plants (PLTU), combined with the development of renewable energy, is more economically beneficial. Bhima Yudhistira, CELIOS Director, stated, “The scenario of retiring coal PLTUs alongside renewable energy development could contribute IDR 82.6 trillion to the economy, absorb 639,000 jobs, and reduce poverty by 153,755 people nationwide.”

Agung Budiono from CERAH added, “Early retirement of PLTUs and the development of renewable energy must be implemented in parallel to mitigate economic and social impacts. The involvement of local governments in policy planning is also crucial because the economic effects of this policy are tangible at the local level.”

CELIOS researcher Muhamad Saleh emphasized the complexity of energy transition: “A just energy transition framework in Indonesia is complicated because the central government, PLN, and the JETP Secretariat still do not have a uniform and comprehensive framework as a reference.” Meanwhile, the Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) is drafting a roadmap for early PLTU retirement, with the CERAH-CELIOS study serving as an important input.

Narahubung / Contact Person :
Wicaksono Gitawan, JET Associate Yayasan Indonesia CERAH (087774015946)
Muhamad Saleh, Researcher of CELIOS (082133290067)

Recent Publications

The China–Indonesia Survey 2025, conducted by CELIOS, provides a comprehensive overview of

Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira Adhinegara, memberikan keterangan ahli dalam perkara Nomor

Videos

If you have missed out on our events, check out our YouTube to watch the full recording.