Respectfully, Public Officials: Taxation Should Not Be Like Hunting in a Zoo


Laporan terbaru dari CELIOS ini menunjukkan bahwa Indonesia sebenarnya punya banyak “mesin penerimaan” baru yang bisa digarap tanpa harus membebani rakyat kecil. Jika dijalankan dengan benar, sumber-sumber alternatif ini bisa mendatangkan tambahan hingga Rp524 triliun setiap tahun. Dari pajak kekayaan, pajak karbon, pajak produksi batubara, pajak keuntungan tak terduga, pajak digital, sampai cukai minuman berpemanis. Semuanya punya potensi besar asal insentif pajak yang tidak efektif berani dievaluasi.

CELIOS menegaskan bahwa reformasi pajak bukan sekadar urusan angka di neraca negara, tapi agenda besar untuk memastikan keadilan sosial, transparansi, dan keberlanjutan. Pajak bisa jadi alat yang bukan cuma memperkuat kantong fiskal, tapi juga memperbaiki arah pembangunan: siapa yang diuntungkan, siapa yang menanggung beban, dan bagaimana ekonomi bisa tumbuh tanpa mengorbankan generasi berikutnya. Dengan kata lain, pajak harus jadi instrumen untuk membangun Indonesia yang lebih adil dan berkelanjutan—bukan sekadar “pungutan rutin” yang terasa seperti beban.

This report shows that Indonesia actually has plenty of new “revenue engines” that can be tapped without putting extra burdens on people. If managed properly, these alternative sources could generate up to IDR 524 trillion every year. From wealth tax, carbon tax, coal production tax, windfall profit tax, digital tax, to excise on sugary drinks—all hold significant potential, provided the government is willing to review ineffective tax incentives.

CELIOS stresses that tax reform is not just about balancing numbers on the state’s ledger, but a major agenda to secure social justice, transparency, and sustainability. Taxation should function not only as a tool to strengthen fiscal capacity, but also as a compass to steer development: determining who benefits, who bears the cost, and how the economy can grow without sacrificing future generations. In other words, taxes must serve as an instrument to build a fairer and more sustainable Indonesia—not merely a “routine levy” that feels like a burden.

Recent Publications

The China–Indonesia Survey 2025, conducted by CELIOS, provides a comprehensive overview of

Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira Adhinegara, memberikan keterangan ahli dalam perkara Nomor

Ketika Makan (Tak) Bergizi (Tak) Gratis Program Makan Bergizi Gratis MBG digadang

Videos

If you have missed out on our events, check out our YouTube to watch the full recording.